Kamis, 11 Oktober 2012

ciri-ciri orang tawakkal


oleh Ma'mun Firmansyah S.Pd
Sungguh telah diberi karunia dan hidayah kepada orang yang memiliki sikap tawakkal, terutama bertawakkal kepada Allah SWT. Segala urusannya akan diserahkan kepada Allah dengan usaha-usaha yang telah dilakukannya untuk mencapai tujuan yang dia cita-citakan.
Mungkin di lingkungan masyarakat , kita sulit menemukan seseorang yang bertawakkal . untuk mempermudahnya dapat mengenal sifat-sifat sebagai berikut:
1.        Mujahadah ( semangat yang kuat )
Sebagai seorang mukmin dan muslim dianjurkan untuk  memiliki akhlak yang baik.  Salah satunya tawakkal. Guna terciptanya sosialisasi yang tentram,tenang,dan damai.
Tawakkal bukan hanya sekedar merasakan segala perkara kepada Allah, tetapi diawali dengan usaha-usaha ataupun jalan-jalannya yang kuat. Setelah itu serahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Diantara ciri orang yang  bertawakkal  ialah memiliki semangat yang kuat. Mempunyai semangat yang kuat merupakan salah satu akhlak orang mukmin yang dianjurkan oleh Islam.
Dalam buku Pelita As-Sunnah (2003:293) karangan Syeikh Ibrahim Jalhum terdapat sebuah hadits yang artinya sebagai berikut : “ Dari Abu Hurairah r.a.,ia berkata, Rosulullah SAW. Bersabda, “ Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah,walaupun semuanya itu ada kebaikannya. Tekunlah berusaha untuk mencari apa yang memberi manfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah semangat. Jika sesuatu menimpa dirimu, jangan engka berkata, “ Seandainya aku berbuat begini, akibatnya tentu begini. Akan tetapi, katakanlah Allah telah menakdirkannya dan apa yang  dikehendaki niscaya  Dia kerjakan. Karena sesungguhnya ucapan seandainya itu membuka jalan perbuatan setan.” ( H.R. Muslim)
Penjelasan:
Dalam hadits ini tersirat  petunjuk untuk berusaha yakni kuat iman serta teguh dalam usaha yang berguna yang kebaikannya merata ke masyarakat.  Oleh karena itu, kita wajib mengusahakan amal kebajikan dengan hasrat dan cita yang kuat, penuh keyakinan, tidak was-was, linglung, dan malas.(Jalhum I. 2003:294)
Orang mukmin yang menempuh cara semacam ini adalah orang  yang  lebih bagus dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada orang yang lemah semangatnya, tidak mau bekerja keras dan  mengerjakan atau mencari pekerjaan yang berfaedah. Sepantasnyalah setiap orang untuk meningkatkan  ilmu,budi pekerti, serta kemasyarakatan dan perekonomiannya. (Jalhum I. 2003:294)
Itulah sebabnya, Rasulullah SAW.melanjutkan pertunjukannya kepada orang mukmin dengan bersabda, “ihrish ‘alaa maa yanfa’uka”,yakni tekunlah berusaha agar manfaat material dan spiritual tidak luput darimu. Oleh karena itu, kita wajib mencurahkan segala tenaga agar terpenuhi  kebaikan bagi diri, keluarga,dan bangsa. Jangan lalai mencari ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.  Minta tolonglah kepada Allah  Azza wa Jalla atas semua itu karena  Allah SWT.  Maha Pemurah dan tempat meminta pertolongan. Bagi seseorang, tiada cukup untuk tidak meminta pertolongan pada setiap masalah dari sekian banyak  keadaan yang meliputinya. (Jalhum I. 2003:294)
Rosulullah SAW. Mengingatkan agar kita tidak bersifat lemah, yakni hilang semangat,putus asa,pemalas,dan lalai dalam mengusahakan hal-hal yang luhur. Rosulullah SAW. Selalu memanjatkan doa yang artinya sebagai berikut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,kemalasan,ketakutan,dan kebakhilan.” (H.R. Muslim)
Hadits tersebut juga menerangkan, bila  seorang ditimpa malapetaka dan tidak menemukan jalan yang dapat melepaskan diri dari penderitaan,meskipun sudah mencurahkan daya dan usaha, ia harus menyerahkan masalah tersebut kepada Allah Azza waa Jalla dengan tidak bosan-bosannya dan tidak putus asa.  Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengeluarkan ucapan “ Seandainya (andaikata) aku berbuat begini, tentu akibatnya demikian.” Sebab, “berandai-andai” itu memberi peluang bagi setan untuk selalu menggoda manusia dan membimbangkannya terhadap qadha dan takdir Allah yang telah disuratkan kepada hamba-hamba-Nya. yang lebih baik adala mengatakan “Ini adalah takdir Allah. Apa yang Dia kehendaki di perbuat-Nya.” begitu juga hendaknya mencari sebab-sebab yang lazim menurut Sunnah Allah dalam menetapkan sesuatu untuk menghadapi akibat kejadiannya. Oleh karena itu, selayaknya generasi penerus bangkit untu menatap masa depan,tekun,dan bekerja, tetapi tetap memasrahkan jiwa raganya hanya kepada Allah, Tuhan semesta alam. (Jalhum I. 2003:295)
2.        Bersyukur
Ciri lain orang yang bertawakkal ialah ia senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Apabila ia sukses ataupun berhasil dalam segala urusan ataupun ia mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan ia tak luput untuk senantiasa  bersyukur kepada Allah, karena ia menyadari dan meyakini bahwa semua yang ia dapatkan itu adalah takdir Allah dan kehendak-Nya.
Dengan bersyukur pula ia akan selalu merasa puas, senang dan bahagia. Seperti dalam firman Allah :
“ Bersyukurlah kepada-Ku niscaya akan aku tambah nikmatnya, tapi jika tidak bersyukur sesungguhnya azabku teramat pedih “
3.        Bersabar
Ciri orang yang bertawakkal selanjutnya ialah selalu bersabar. Sebagai orang mukmin yang bertawakkal kepada Allah ia akan bersabar, baik dalam proses maupun dalam proses maupun dalam hasil. Karena dengan inilah ia akan bahagia dan tenang  atas apa yang di terimanya. Rosulullah. dalam buku 1100 hadits terpilih (1991:274) karangan  Dr. Muhammad Faiz Almath , Rosulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut:
“ Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang terkena ujian dan cobaan dia bersabar.” ( HR. Ahmad dan Abu dawud)
Bahwa orang yang bahagia ialah yang dijauhkan atau terhindar dari fitnah-fitnah dan orang yang bersabar ketika mendapatkan ujian-ujian itu baik berupa ujian keimanan maupun ujian sekolah biasa karena itu merupakan sebuah ujian untuk menguji seberapa kemampuan seseorang menguasai pelajaran. Seseorang  yang apabila ia kurang berhasil dalam mencapai sesuatu urusan, atau gagal lulus UN atapun tidak lulus SNMPTN  itu juga merupakan sebuah ujian. Lalu yang manakah ujiannya?
Ujian tersebut ialah ujian dari beberapa sikap, misalkan terjadi kegundahan pada dirinya,sikap putus asa, tidak percaya diri dan selalu merasa kurang pada dirinya itu yang mengarahkan kepada rendah diri. Lalu apa obatnya? Tak lain obatnya ialah sabar. Dengan sabar ia akan bahagia. Dengan sabar ia akan merasa tenang, dengan sabar hatinya akan tentram,dengan sabar ia akan tau takdir Allah SWT yang diberikan kepadanya serta mengetahui hikmahnya.
4.        Intropeksi Diri (Muhasabah)
Orang yang bertawakkal salah satu sikapnya  ialah intropeksi diri. Dimana ia akan intropeksi diri apabila ia kurang sukses daam menjalankan sesuatu ia tidak membuat dirinya “drop”, melainnkan ia selalu intropeksi pada diri, dapat dikatakan muhasabah. Senantiasa mengoreksi apa yang telah dilakukannya. Setelah itu ia akan berusaha menghindari faktor penyebab suatu kegagalan tersebut serta senantiasa memberikan yang terbaik pada dirinya.
5.        Berdoa
Dalam http://mangajid.wordpress.com/2009/05/08/ciri-orang-yang-bertawakal/, bahwa segala sesuatu ada dalam genggaman Allah SWT, berdo’a adalah melambangkan betapa kecilnya kita di hadapan Allah SWT.
Sungguh termasuk orang yang takabur orang yang tidak pernah berdo’a, padahal segala hasil usaha keras itu sesuatu ia dapatkan adalah atas izin Allah Swt, tanpa izin-Nya semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Berdo’a diperintahkan oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya :
“ Berdo’alah kalian niscaya akan Aku kabulkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar